Media Group Manfaatkan Limbah Jelantah menjadi Biodiesel

Akmal Fauzi | 09 January 2020, 12:00 WIB

MEDIA Group terus berkomitmen untuk menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik dan berkelanjutan. Wujud komitmen itu dilakukan dengan mengolah limbah minyak jelantah yang dihasilkan unit usaha menjadi biodiesel.

Salah satunya, PT Pangansari Utama Food Resources (PUFR), unit usaha Media Group yang bergerak di bidang food industry. Limbah jelantah yang dihasilkan dikumpulkan dan diolah menjadi biodiesel bekerja sama dengan Artha Metro Oil.

Direktur Utama PT PUFR, Maghfur Lasah, mengatakan limbah jelantah yang dihasilkan dari proses produksi usaha setiap bulannya bisa mencapai 300 kilogram. Selanjutnya, limbah jelantah diserahkan pengelolaannya pada Artha Metro Oil menjadi biodiesel.

”Limbah itu kami kelola, dikemas dan kami kirimkan ke pihak ketiga, yang nantinya akan diolah menjadi program bermanfaat menjadi biodiesel,” kata Lasah di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/1).

PUFR, kata dia, berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang ramah lingkungan. Selain pengelolaan limbah jelantah, pemilahan sampah organik dan non-organik juga dilakukan dengan menerapkan sistem 3R (reduce, reuse, recyle).

“Kami mendukung zero waste, dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan sama sekali tidak ada limbah dan sampah. Kami sudah kampanyekan dan diterapkan para karyawan,”

Hal yang sama dilakukan PT Indocater, unit usaha Media Group lainnya yang bergerak di bidang katering. Limbah jelantah yang dihasilkan dari unit produksi di beberapa lokasi seperti Jakarta, Sidoarjo, Cibitung dan Purwakarta akan diolah menjadi biodiesel.

“Rata-rata 70 liter sampai 80 liter limbah jelantah per hari. Dengan diolah menjadi biodiesel ini akan bermanfaat. Dan tentu mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dari limbah yang dihasilkan,” kata Manajer PT Indocater, Achmad Hirawan.

Direktur Artha Metro Oil, Setiady Goenawan, mengatakan limbah jelantah yang dikirim dari Media Group akan dibawa ke Tangerang untuk filterisasi. Setelah itu, limbah akan dibawa ke tempat pengelolaan di Sidoarjo, untuk proses pengolahan menjadi biodiesel.

“Dengan kerja sama dengan Media Group ini kami begerak untuk menyelamatkan bahaya limbah jika tidak dikelola dengan baik. Tentu kami mendukung penuh program Media Group,” kata Setiady. (OL-6)